Thursday, May 7, 2009

Tips-tips interview pekerjaan

Interview atau wawancara pekerjaan merupakan hal paling kritikal untuk mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan. Karena itu, tentu Anda tahu bahwa Anda harus mempersiapkan diri Anda seprima mungkin, baik fisik dan mental. Di bawah ini ada beberapa tips yang bisa Anda coba untuk menghadapi pertanyaan yang paling umum dan tersulit dalam sebuah interview pekerjaan.

1. Beritahukan kami tentang diri Anda?
Biasanya ini merupakan pertanyaan pembuka, karena itu jangan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menjawabnya. Berikan jawaban yang menjawab empat subjek: tahun-tahun terakhir, pendidikan, sejarah kerja, dan pengalaman karir terakhir.

2. Apa yang Anda ketahui tentang kami?
Ketika pertanyaan ini dikeluarkan, anda diharapkan mampu mendiskusikan produk atau pelayanan, pendapatan, reputasi, pandangan masyarakat, trget, permasalahan, gaya managemen, orang-orang di dalamnya, sejarah, dan filosofi perusahaan. Berikan jawaban yang memberitahu pewawancara bahwa Anda meluangkan waktu mencari tahu tentang perusahaan tersebut, namun jangan beraksi seperti Anda tahu segalanya tentang perusahaan tersebut, tunjukan keinginan mempelajari lebih banyak tentang perusahaan tersebut, dan jangan memberikan jawaban negatif seperti "Saya tahu perusahaan anda mengalami problema-problema, itu alasan saya disini". Tekankan keunggulan perusahaan dan minat Anda terhadap hal tersebut.

3. Apa yang dapat Anda berikan pada kami (yang orang lain tidak bisa beri)?
Sebutkan prestasi-prestasi dan jenjang karir yang Anda telah capai. Sebutkan kemampuan dan hal-hal yang menarik perhatian Anda, gabungkan dengan sejarah Anda mencapai hal-hal itu. Sebutkan kemampuan Anda menentukan prioritas, mengidentifikasi masalah, dan

4. Apa yang paling menarik menurut Anda dari pekerjaan ini? Dan apa yang paling tidak menarik?
Sebutkan tiga sampai empat faktor menarik dari pekerjaan yang anda hendak ambil dan satu hal kecil sebagai faktor yang kurang menarik.

5. Mengapa kami harus merekrut Anda?
Pertanyaan ini saam seperti pertanyaan nombor empat, sebutkan saja kemampuan-kemampuan Anda yang mampu mendukung perusahaan tersebut.

6. Apa yang Anda cari di dalam sebuah pekerjaan?
Berikan jawaban yang berkisar pada oportunitas di dalam organisasi. Beritahukan pewawancara kalau Anda ingin memberikan kontribusi dan dikenali. Hindari jawaban yang mempersoalkan kestabilan keuangan pribadi.

7. Menurut Anda, apa definisi dari posisi yang Anda inginkan?
Berikan jawaban yang singkat dan berkisar tentang tugas dan kewajiban. Pastikan Anda mengerti posisi tersebut sebelum Anda hendak menjawab.

8. Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk memberikan kontribusi berarti bagi kami?
Beri jawaban yang realistik. Beritahukan pewawancara bahwa walaupun Anda akan berusaha mengatasi segala harapan dan tantangan dari hari pertama, Anda membutuhkan sekitar enam bulan untuk benar-benar mengerti organisasi perusahaan dan kebutuhannya.

9. Berapa lama Anda akan bersama kami?
Beritahukan pewawancara bahwa Anda tertarik berkarir bersama perusahaan tersebut namun Anda ingin tetap tertantang untuk mencapai target bersama.

10. Dari resume Anda, kami rasa Anda terlalu berpengalaman untuk posisi ini. Bagaimana pendapat Anda?
Ini pertanyaan jebakan. Anda diharapkan untuk tetap rendah hati namun percaya diri dengan kemampuan Anda. Cara terbaik menanganinya adalah menjawab bahwa Anda butuh mengenal perusahaan lebih jauh sebelum dapat dengan efisien bekerja di tingkat yang lebih tinggi.

11. Kenapa Anda meninggalkan pekerjaan Anda yang sebelumnya?
Anda sebaiknya menjawab pertanyaan ini dengan jujur namun singkat dan jelas termasuk jika hal tersebut karena Anda dipecat. Namun yang perlu diperhatikan, Anda sebaiknya jangan menyebutkan konflik pribadi. Perlu Anda perhitungkan bahwa pewawancara mungkin akan bertanya banyak soal masalah ini, jangan sampai Anda terbawa emosi.

12. Apa yang Anda rasakan ketika harus meninggalkan pekerjaan Anda?
Beritahu pewawancara bahwa Anda merasa khawatir namun jangan terkesan panik. Katakan bahwa Anda siap menerima segala resiko demi mendapatkan pekerjaan yang cocok untuk Anda. Jangan menunjukan bahwa Anda lebih mementingkan kestabilan keuangan.

13. Pada pekerjaan Anda sebelumnya, apa yang berkenan dengan Anda? Dan apa yang tidak berkenan?
Berhati-hatilah dalam menjawab pertanyaan ini dan kemukakan hal-hal positif. Deskripsikan lebih banyak hal yang Anda sukai daripada yang Anda tidak sukai. Jangan menyebutkan masalah pribadi. Jika Anda membuat pekerjaan sebelumnya terkesan buruk, pewawancara akan bertanya-tanya mengapa Anda berada disana. Hal ini jelas mengurangi profesionalisme Anda.

14. Apa pendapat Anda tentang bos Anda sebelumnya?
Ini juga pertanyaan yang harus Anda jawab dengan hati-hati. Sebisa mungkin jawablah pertanyaan ini dengan positif karena calon bos Anda akan merasa Anda akan membicarakan hal-hal buruk tentang dia seperti apa yang telah Anda lakukan terhadap bos yang terdahulu.

15. Mengapa Anda tidak mendapatkan pekerjaan yang lebih baik di usia Anda?
Lagi-lagi ini bisa menjadi pertanyaan jebakan. Beritahukan pewawancara bahwa inilah alasan Anda mencari lowongan pekerjaan di perusahaan tersebut. Jangan bersikap defensif.

16. Berapa gaji yang Anda minta?
Ini pertanyaan yang mengiurkan, namun pastikan Anda menyebutkan angka kisaran yang Anda yakin merupakan gaji yang pantas atau bertanya pada pewawancara berapa kisaran pada pekerjaan sejenis. Jika Anda diberi pertanyaan ini dari awal wawancara, sebaiknya Anda mengelaknya dengan mengatakan Anda ingin tahu seberapa banyak tanggung jawab yang akan Anda pegang di perusahaan tersebut. Tekankan bahwa Anda lebih mementingkan pekerjaannya namun jangan menjual standar Anda.

17. Apa target jangka panjang Anda?
Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda lagi-lagi diharuskan meneliti perusahaan tersebut dan mengetahui rencana dan/atau target mereka lalu memberikan jawaban yang singkron dengan milik perusahaan.

18. Seberapa sukses yang Anda rasa telah capai?
Berikan jawaban yang positif dan percaya diri, namun jangan memberikan jawaban yang berlebih. Jangan membuat pewawancara merasa Anda seorang yang suka membesar-besarkan sesuatu.

Semoga dengan tips diatas Anda lebih merasa tenang dan percaya diri ketika menghadapi interview pekerjaan .. Selamat Mencuba !!!

by ronny male

Read more...

Tuesday, April 21, 2009

Contoh Surat Letak Jawatan (resign letter)

Di bawah ini merupakan contoh surat letak jawatan yang saya perolehi dari sahabat saya..anda boleh la guna surat ini sebagai surat perletakan jawatan anda kepada company anda....

Dear Mr. xxx,

It is with both regret and anticipation that I submit this letter of resignation. As required by my contract of empoyment, I hereby give you one month notice of my intention to leave my position as xxxxxxxxxxx, effective 18 March 2008.

I have decide that it is time to move on and I have accepted a position elsewhere. This was not an easy decision and took lot of consideration. However I am confident that my new role will help me to move towards some of the goals I have for my career. It has been my genuine pleasure to work for (company name) during these last 2 years.

I have enjoyed working with (company name) fine staff of professionals and colleagues. The association I have made during my employment here will be truly memorable for years to come. I wish (company name) continued more success in future.

Thank you for allowing me to serve (company name) and for all the opportunity, experience, knowledge and new skill I have during my employment. Once again I wish you all all staff in (company name) every good fortune.

Yours truly,

xxxxxxx

Read more...

Monday, April 20, 2009

Tampilkan diri anda cukup menawan

Bila anda mendapat panggilan temuduga kerja kali pertama maka anda harus pastikan penampilan yang cukup memukau. Kesan pertama itu penting. Jika kesan yang ditimbulkan pertama kali sudah baik maka anda boleh berharap hubungan yang lebih baik pada waktu selanjutnya. Sebaliknya, sekali terlihat tidak bagus pada pertemuan pertama, sulit untuk mengharapkan hubungan yang lebih baik.

Dalam hal ini penampilan luar akan memberi kesan pertama pada penilaian diri anda. Secara keseluruhan anda harus tampil menarik dan profesional. Bila dari penampilan saja anda sudah tidak menarik maka orang akan malas melihat apalagi berbicara dengan anda.

Ada beberapa hal penting yang harus anda perhatikan dalam penampilan saat anda ingin datang untuk temuduga pekerjaan.

  1. Kenakanlah pakaian yang bersih dan rapi. Jangan gunakan baju tanpa kancing lalu anda tutupi dengan bros. Sebaiknya kenakanlah kemeja berpotongan longgar bermodel feminin dan cukup panjang sehingga pakaian dalam tidak 'mengintip sewaktu anda duduk.
  2. Pakai kasut dengan bagian depan yang tertutup. Anda boleh kenakan kasut dengan hak tidak lebih dari 5 cm. Tetapi anda jangan memakai kasut model boot, metal,kasut sandal apalagi hanya menggunakan sandal. Sebaiknya bersihkan terlebih dahulu kasut anda sebelum memasuki bilik temuduga dan jangan biarkan kasut anda terlihat kotor atau kusam. Jika anda mengenakan rok, pakai saja stocking transparan untuk mempercantik penampilan anda.
  3. Sisir rambut anda dengan rapi, sesuaikan model dan warna rambut yang wajar. Jangan mengecat rambut dengan warna-warna yang terang di saat tampil temuduga. Jangan biarkan rambut menutupi sebagian wajah anda. Kenakan wangian beraroma lembut namun tidak menyengat. Parfum dengan bau yang berlebihan hanya akan mengganggu orang-orang yang anda jumpai.
  4. Pastikan bahwa wajah anda sudah bersih dari kotoran mata atau sisa makanan yang menyelip di gigi anda. Sebelum anda masuk ke dalam menemui penemuduga sebaiknya anda ke toilet terlebih dahulu untuk memperbaiki make up dan penampilan anda. Kenakanlah makeup dengan warna-warna lembut dan natural. Jangan terlalu tebal karena tidak sesuai untuk penampilan wawancara pekerjaan.
  5. Kenakan aksesoris yang tidak terlalu banyak karena mengingat sifatnya sebagai pelengkap yang tidak mengganggu seperti subang yang kecil dan jam tangan. Pastikan kuku-kuku tangan sudah bersih dan pendek. Jangan sampai kuku terlihat panjang, hitam dan kotor. Karena hal kecil ini akan mempengaruhi penampilan anda secara keseluruhan. Jika pakai kuteks, hindarilah warna-warna menyolok seperti ungu, merah tua, biru tua atau hitam. Sebaliknya pilihlah cat kuku berwarna lembut seperti coklat muda atau warna bening.
  6. Penampilan memang memberi nilai tersendiri pada saat anda temuduga pekerjaan. Tetapi tentu saja harus didukung oleh 'inner beauty' Anda. Sopan santun dan tata krama ketika berhadapan dengan orang lain menjadi hal mutlak yang harus anda perhatikan dalam temuduga kerja. Satu lagi yang tidak kurang penting adalah kepintaran anda dalam berpikir. Jadi penampilan fisik yang prima juga harus didukung dengan pengetahuan yang luas.

Read more...

Friday, April 17, 2009

7 Job Interview Tips

Before going for a job interview, it is important to prepare for it. I know it sounds obvious but you have no idea how many job applicants do not do any homework in regards to the company they are applying for. Here are 7 job interview tips that you should take into consideration when you are applying for your next job.

1. Know Yourself
It is important that you know your strengths and weakness as your potential employer will likely ask you this question. Also your current skill sets and character traits and think about how you can add value to the company.

2. Know the company
You should find out as much information you can about the company you are applying. Interviewers like job applicants who take an initative to find out more about their company. You can research online, check company brochures or do some research at the local library for more information.

3. Your Job History
Prepare your work experience ahead of time and in details. All your education references as well as letters of references and samples of your work should be arranged before you attend the job interviewer. This step is important as most employers will probably ask you about their previous job experiences anyway.

4. Know The Questions
There are certain questions employers will most likely ask such as “Introduce yourself”, your job experiences and why did you left your previous company. It is best to prepare these questions mentally ahead of time so you do not “choke” on the spot when you are being questioned.

5. Punctuality
Make sure you arrive at least 10 minutes before the job interview. Give yourself some allowances for traffic delays and unexpected circumstances. Being punctual gives a good impression and can help “calm your nerves”.

6. Your Attire
Your attire should also be appropriate for the position you are applying. If you are not sure, you can always call and ask.

7. Body Language
When you are being interviewed, your body language can tell a lot about you. Be firm and sit upright and be confident. Lastly, wear a simile on your face.


Article Source: Ricky Lim

Read more...

Tips Untuk Menghadapi Temuduga (interview)

Bagi Anda yang sedang giat mencari pekerjaan, ada beberapa tips yang mungkin berguna bagi Anda. Sebelum Anda melakukan interview ada baiknya Anda semak beberapa point berikut ini :

  1. Memastikan waktu dan tempat interview sehari sebelumnya.

Setelah waktu dipastikan, anda dapat mengatur waktu untuk esok, misalnya memperkirakan jumlah waktu dan jarak yang ditempuh untuk ke tempat interview dengan menaiki apa dan kemungkinan yang lain.

  1. Pakai pakaian formal

Penampilan dan tingkah laku anda akan diperhitungkan oleh interviewer, jadi jangan lupa mengenakan pakaian terbaik yang anda punya. Tunjukkan rasa percaya diri melalui eye contact, jabat tangan yang erat, dan sesekali senyum.

  1. Dapatkan informasi tentang majikan pemberi kerja

Informasi yang ingin anda dapatkan diantaranya sifat interview; one-on-one atau panel interview? Perlukah membawa contoh hasil kerja anda? Jika ada test/ ujian, bagaimana bentuknya? Informasi berikutnya yang harus anda punya adalah informasi tentang perusahaan, mungkin dari promotional brochure/ booklet atau lebih baik lagi dari seseorang yang bekerja di perusahaan tersebut.

  1. Antisipasi pertanyaan lewat persiapan.

Pertanyaan biasanya diambil dari kategori personality anda, sejarah kerja anda, pengalaman dan keahlian khusus, perusahaan dan pekerjaan. Interviewer akan mencuba memahami personality anda; Apa alasan anda meninggalkan pekerjaan anda? Apa yang anda ketahui tentang perusahaan mereka dan apakah anda yakin mampu memenuhi requirement pekerjaan yang anda pohon? Posisikan diri anda sebagai interviewer, apa yang akan anda tanyakan? Bincangkan jawapan anda dengan teman.

  1. Jangan takut-takut.

Tegaskan pendirian anda. Seorang interviewer selalu menemuduga puluhan pencari kerja setiap harinya. Yang akan dia ingat adalah calon yang stand out dan selalu menyampaikan pendapat dan pendiriannya secara menarik. Maka sebaiknya anda meluangkan waktu terlebih dulu untuk menuliskan poin yang menjadi kekuatan dan keterampilan serta prestasi anda, supaya anda lebih siap ketika mempresentasikan diri anda di depan calon employer.

  1. Bersiaplah kerana mereka mungkin akan bertanya lebih banyak.

Pastikan jawaban anda fleksibel dan dapat dikembangkan. CV/ Resume anda kemungkinan besar sudah menyediakan jawapan yang mereka perlukan, namun mereka akan tetap bertanya untuk menguji kemampuan anda dalam berkomunikasi. Ketika menjelaskan jawapan anda, pastikan jangan sampai terlalu panjang atau menyimpang dari konteks pertanyaan.

  1. Lakukan latihan sebelum bentangkan (present).

Jika anda diminta untuk membentangkan material anda, jaga contentnya agar tetap sederhana namun tegas. Jangan terlalu cepat selesai atau terlalu panjang dalam memberikan jawapan. Meluangkan waktu untuk berlatih di depan cermin akan membantu timing anda ketika menyampaikan jawapan.

  1. Tanyakan yang perlu dan pertimbangkan jawapan mereka.

Biasanya di akhir interview anda akan diberikan kesempatan untuk bertanya. Jangan tiba-tiba melontarkan mereka dengan pertanyaan-pertanyaan, namun jangan pula menjawab tidak ada. Kerana saat itu merupakan kesempatan anda untuk mendengar jawapan terus darinya, misalnya, program latihan melalui pekerjaan yang anda inginkan atau kesempatan berkarier.

  1. Bawa catatan kecil.

Jangan malu-malu untuk menulis jawapan yang diberikan interviewer kerana selain terlihat profesional, catatan tersebut mungkin berguna ketika anda dipanggil lagi. Catatan itu juga akan membantu anda mengambil keputusan ketika anda mendapatkan beberapa tawaran kerja.

  1. Lakukan follow-up setelah interview selesai.

Ketika anda hendak meninggalkan ruangan interview, jangan lupakan eye contact dan senyum. Jika anda tertarik dengan pekerjaan tersebut, kirimkan surat dalam waktu 24 jam yang menyatakan minat anda tersebut. Dalam perjalanan pulang, cuba untuk menulis draft surat tersebut dengan memanfaatkan catatan dan memori anda selagi masih segar. Dengan mengirimkan follow-up letter secepat mungkin akan menunjukkan minat dan kesungguhan anda dan dapat memberikan nilai tambah sendiri di mata interviewer.

Read more...

Sunday, April 12, 2009

Writing the Perfect Cover Letter

These days, you can find several websites that offer sample cover letters. It can be tempting to subscribe to any of these websites and use a ready-made, ready-to-use cover letter, but refrain yourself from doing so. Nothing beats writing your own cover letter, and you can do so without any serious difficulty. When you write your own cover letter, of course you'll want things to be just right. You'll want to have the perfect cover letter that can get you the job as soon as your future employer reads it. While it is true that nothing in this life is perfect, you can come as close to perfection as you can when you use proven methods in resume writing. Your cover letter must, above all else, advertise your unique qualifications. It is your job in writing a cover letter to promote yourself to the company of your choice. The only way to do this is to think long and hard about the skills and talents you can offer. Some people choose to lie when it comes to presenting their skills and talents. Not only is this wrong, but it's also very dangerous. There's a high risk that your future employer will find out sooner or later that your cover letter is made of pure baloney. Instead, focus on the qualifications you really possess and make them relatable to the needs of the company. Make sure to include your academic accomplishments, past projects which you've handled or have been a part of, and other relevant information. Zero in on the traits that the company is looking for. In order to write the perfect cover letter, or one that is close to being perfect, you must catch the reader's eye right away. Some job-seekers take this piece of advice the wrong way and excitedly proceed with using different font colors, sizes, and bold and/or italic commands. This will only result in a chaotic-looking cover letter. Instead, limit the highlights and the color and size changes to sections or headings so your cover letter appears neat and carefully prepared. One of the simplest tricks you can do is to use a font that is attractive and more readable. In this regard, studies have shown that Georgia, Times New Roman, and other serif fonts are easier and nicer to read in hard copy as opposed to Arial, Tahoma, and other sans serif fonts. This is because unlike sans serif fonts, serif fonts make use of small horizontal lines and clean flourishes that allow the eye to be carried along. Of course, all these won't matter if your cover letter reeks of grammatical errors. Proofread your cover letter several times just to make sure that you are getting the correct message – complete with proper spelling and punctuation – across. Ask the help of a language-proficient friend if you must. Effective communication is one of the best ways to ensure that you are indeed writing the perfect cover letter. Finally, find out the name of the person who will be reading your cover letter. You can create a more favorable impression by addressing your cover letter using that person's name. Always use the person's full name (not his or her nickname) and add a "Mr." or a "Ms." (whichever is appropriate).

By Dirk Daggler

Read more...

12% Unemployment! Can Internet Help?

With Unemployment in the Double Digits and businesses laying off workers while going bankrupt, big and small businesses are going to be forced to think 21st Century. Enter, "The Internet." Silently creating millionaires as it culminates deals with the speed of light and microchip wizardry. Obviously bricks and mortar will always play a role in business, but the Internet is about to make the power of its presence be felt in new and innovative ways. In order for businesses to operate more efficiently more green more cost effective, they will have to Maximize the potential of the Internet. Some job seekers will find that the Internet is actually a feasible place to start an online business, effectively reducing the cost of gas, wear and tear on their vehicles and affording them more quality time with their families. Some college students will also be able to leverage their talents on the Internet as well to produce income. Global business is fueling the Internet phenomena and redefining the world in which we live. A few years back, The FOREX (foreign exchange trade) leaped onto the Internet and created substantial wealth for those who studied the charts and had at least five thousand dollars to work with. Without the internet only the large banks would be able to indulge in this multi trillion dollar market. But you don't have to have five thousand dollars to invest. The internet has something for just about everyone. The name of the game is watching out for Scams. The Internet is a great place for opportunity but the sword cuts both ways and so you must exercise due diligence. Profits are estimated to be over One Billion dollars in legit business. Just think, all one needs is a high speed internet connection, rock solid focus and prudent money management. Going from wage earner to CEO could become a reality. IT professionals and people with Marketing backgrounds should at least take a look at the feasibility of the "Affiliate type" aspect of the business. Both of the afore mentioned folks could be leaving money on the table. Yes it takes effort to set up but this duo possess the mental gymnastics to get it rolling quicker than most. Once it's up, it can operate on Auto Pilot. Some will even be able to wean themselves from the Feast Or Famine Roller Coaster. Yep, it's the old think outside of the box approach. Reuters published and article in their February edition stating that, IT Professionals may be able to adapt their particular specialty to benefit other fields. Example, An architect's knowledge of best practices in systems design would be a strong asset in a technology due diligence position. -- A software engineer who supported CRM applications would bring desirable qualifications to the technology partnership function of a company marketing CRM software. That could very well be a fix for some but others may find another alternative more rewarding, exercising the Franchise "within" by starting an Online Business! As soon as one thinks that the Internet is saturated and newbie's need not waste their time trying to make a living on it, an entrepreneur slides online like Utube, Myspace, Twitter etc. The Internet is still ripe for the plucking.

By MILES PRIDE

Read more...
car seats shop online for childs car seats at low internet prices and fast home delivery service - babyaccessorize.com

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP